Kerja tanpa kantor? Siapa takut …

Jumat, Februari 29, 2008

Berikut saya kutipkan satu tulisan Onno W. Purbo yang dapat menggugah minat dan memotivasi kita dalam menentukan dunia kerja kita, selamat membaca


Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang tua kita bahwa pada hari ini & kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak identik dengan berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran mungkin sangat bergengsi & menjadi kelas elit tersendiri pada generasi eyang, tante, oom & para orang tua kita. Kalau kita bekerja sendiri, di rumah – wah bisa repot urusan dengan mertua & orang tua. Di cap orang tak berguna lah, tidak terpakai dll … Sialnya, pada hari ini, para orang tua tampaknya harus gigit jari & menerima kenyataan bahwa justru semakin banyak & semakin bergengsi pekerjaan-pekerjaan yang tidak mempunyai pekerjaan eh kantor. Mengapa? Karena pada akhirnya yang di tuntut dari seorang profesional bukan absensi kantor-nya melainkan target / hasil / pencapaian objektif. Kecuali di lembaga pemerintahan, absensi tampaknya masih menjadi paradigma berkarya – yah selamat bertugaslah untuk rekan PNS.

Mungkin karena saya berada di dunia Internet, dalam banyak kesempatan saya ketemu banyak profesional dengan mobilitas tinggi, kalaupun mempunyai kantor sering kali meninggalkan kantor-nya – bahkan sangat lumrah jika pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol & minum kopi di cafĂ© bersama mitra-mitra-nya. Leisure, hobby, kebebasan dan mengerjakan apa yang mereka sukai sangat dominan di diri para profesional tersebut. Bukan hal yang aneh jika kita melihat teman-teman profesional ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap. Pekerjaan kontrakan & servis yang mengandalkan profesionalitas & keahlian yang sangat spesifik menjadi sangat dominan diantara para profesional. Tampaknya, keahlian & kesukaan yang spesifik menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda antara usia 27-40-an tahun.

Penghasilan jangan di tanya … minimal Rp. 5-10 juta merupakan gross monthly income paling buruk diantara profesional ini. Jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang umumnya Rp. 750.000 / bulan itu. Memang masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas & sangat mobile seperti ini, tapi kecenderungan ke arah itu sangat menonjol terutama di rekan-rekan muda usia sekitar 30-an. Menjadi terbaik adalah dambaan dalam suasana kompetisi yang sehat. Pengakuan dilakukan secara langsung oleh komunitas, bahkan bukan hal yang luar biasa jika terekspose oleh media massa – karena mereka memang terbaik tanpa mekanisme KKN murni kompetisi & fight.

Laptop, palmtop, personal digital assistance (PDA), handphone menjadi peralatan yang sangat lumrah bagi para profesional tersebut. Yah minimal akses ke WARNET yang didukung dengan handphone menjadi ciri khas para rekan muda tersebut. Komunikasi yang intens menjadi ciri khas dari para profesional ini, e-mail traffic di berbagai mailing list yang diselingi oleh banyak berita SMS berseliweran di layar telepon genggam menjadi bagian integral kehidupan mereka. Bahkan sebagian besar berkas pekerjaan-pun banyak di kirim dalam bentuk attachment di e-mail. Memang kadang sebagian merupakan canda tawa diantara mereka, tapi itulah bagian dari ke akraban kehidupan di dunia tanpa batas yang banyak di nikmati terutama oleh profesional muda maupun mahasiswa / siswa.

Pada tingkat yang lebih serius, jangan kaget jika di kereta api, ruang tunggu airport, pesawat terbang melihat para profesional asik men-tik keyboard Nokia 9230 atau bekerja secara online pada PDA / Palmtop Jornada-nya yang terkait dengan PCMCIA modem dengan built-in pesawat handphone.

Unified messaging antara SMS, e-mail, FAX menjadi teknologi pemicu, teknologi unified messaging sudah sangat terasa saat ini – integrasi antara berita SMS ke e-mail ke FAX dapat menjadi saling terkait & sangat membantu para eksekutif & profesional mobile untuk bermanouver di dunia informasi.

Yah itulah kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka akan semakin banyak di masa mendatang. Investasi peralatan US$400-1000 menjadi ter-justified dengan gross income minimal mereka yang antara US$500-1000 / bulan.

Kapankah anda mampu melakukan hal tersebut? Jelas bukan pada saat anda memiliki laptop, palmtop atau HP – hal tersebut akan terjadi dengan sendiri-nya pada saat anda memiliki skill keahlian yang sangat spesifik & diakui ke-profesionalisme-annya oleh komunitas. Umumnya bekas mahasiswa saya mampu mencapai tahapan tersebut dalam waktu 2-4 tahun, jika dipupuk dengan benar & baik di masa sekolah di perguruan tinggi & SMU.

May force be with you ….

Customer Service Terbaik

Senin, Februari 25, 2008

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kehidupan sehari-hari untuk dapat kita pergunakan sebagai pedoman dalam berbisnis. Seperti sikap kita dulu waktu masih berpacaran dan setelah menikah. Lho memang ada hubungannya dengan bisnis ?
Ada sesuatu yang menarik tentang bagaimana melayani pelanggan dengan baik. Atau bagaimana sikap kita yang terbaik untuk melayani pelanggan/customer kita. Dan ini semua kita ambil dari peristiwa/kehidupan kita sehari-hari. Yakni sikap/situasi yang kita lakukan dulu berhadapan dengan kekasih (lover) dan sekarang setelah sudah jadi istri (wife). Saya dapat ketika ikut seminar tentang luxury goods dari seorang pembicara dari Perancis, beliau berkata: Treat your customers as your lover, not your wife.
Kita sering mengganggap istri sudah seharusnya melayani kita, dan kita lupa dan tidak lagi mengejarnya atau memperlakukannya dengan sepenuh hati, nah ini beberapa tips melayani pelanggan yang baik:

1. Make the effort
Gunakanlah tenaga anda untuk melayani. Jangan 'take it for granted', atau sudah selayaknya seperti itu. Jangan mengaggap pelanggan seperti Istri ya seharusnya memang begitu, biarkan saja.

2. Pursue the most
Kejarlah kekasih itu. Jangan sekedar bersantai, rileks dan membiarkan terjadi begitu saja, bukannya 'let it happen', tetapi 'make it happen'. Harus ada usaha dan keinginan yang kuat untuk mendapatkannya.

3. Attention to detail
Attention/perhatian kita ke pelanggan seperti kita memperhatikan kekasih kita. Seperti kita harus mengetahui dia suka baju apa, es krimnya rasa apa dan lainnya. Jangan memperlakukan seperti ke istri, 'take it or leave it', biarkan saja mau atau tidak, terserah.

4. Make the time

Kalau dengan kekasih, selalu kita mempunyai waktu. Kita selalu membuat kesempatan atau menyediakan waktu buat kekasih. Tetapi kalau untuk istri, kita berpedoman 'as long as I have time' atau 'if only I have time'. Dalam pelayanan pelanggan yang baik, kita harus make the time to serve better.

5. Life is fun
'Life is fun' kalau bersama kekasih. Dan demikian juga 'life is fun', kalau bersama pelanggan. Jangan menganggap 'life is obligation', hidup sebagai tanggung jawab atau keharusan. Sesuatu yang harus kita kerjakan adalah sebuah beban, sesuatu yang kita nikmati adalah keindahan.

Ini tentu tidak berlaku bilamana kita bisa menganggap 'your wive is your lover'. Istri kita adalah kekasih kita.
Nah, mitra bisnis, kelima hal yang sederhana ini bisa menjadi pelajaran untuk menjadikan pelanggan kita menjadi lebih mau berbisnis dengan kita.

Dikutip dari :www.tanadisantoso.com ( Bussines Wisdom )

"5 Hal Yang Harus Dihindari Sewaktu Menulis E-Mail Promosi"

Minggu, Februari 24, 2008

-- Oleh Bob Julius Onggo
E-mail bukan sekadar alat untuk komunikasi namun adalah sarana yang dapat dipakai untuk melakukan promosi dan penjualan.
E-mail adalah senjata bagi para pemasar online. Mengapa tidak menambahkan strategi pemasaran Anda via e-mail untuk menjangkau banyak orang disamping aktivitas pemasaran offline yang Anda lakukan?.
Masalahnya adalah, semakin banyak orang menerima e-mail, semakin sedikit orang menaruh perhatian pada masing-masing isi e-mail tsb. Hal ini nyata seperti yang umumnya para amatiran lakukan dengan sistem “hit and miss” di newsgroup atau di discussion group.
Maka untuk tampil beda, para pemasar online harus berupaya untuk menarik perhatian dari para calon kastemernya.
Argumen yang sering mereka katakan adalah:
"Jika saya berteriak lebih keras dan lebih sering, pasti para calon kastemer akan mendengarkan saya."
Memang, itu benar. Mereka mungkin akan mendengar Anda. Namun, apa reaksi mereka dan tanggapan mereka terhadap banjir e-mail tersebut? Apakah mereka akan senang? Atau sebaliknya mereka akan mengatakan dengan mengirim e-mail balik “Keluarkan aku dari e-mail Anda dan jangan kirimi lagi!"
Lima hal berikut ini adalah kesalahan dari para pemasar amatiran yang mereka gunakan pada e-mail mereka.
(Hendaknya bedakan antara e-mail promosi dan email yang berisi newsletter. Kedua hal ini sangatlah berbeda.)
#1: E-mail Promosi yang terlalu panjang.
Beberapa e-mail promosi cenderung terlalu panjang sebelum sampai ke tujuannya. Hal ini menyebabkan resipien harus melakukan “scroll down”. Karena itu ingatlah bahwa e-mail Anda bukanlah satu-satunya e-mail yang sampai di inbox mereka, dan kata-kata Anda hendaknya singkat dan “to the point”.
Anda tahu hasilnya? Hasilnya sedikit saja yang mengirimkan balasannya kepada Anda.
#2: E-mail Promosi yang terlalu Banyak Menuntut.
Hal ini juga sering dilakukan oleh para penulis e-mail, mereka tanpa diminta menawarkan sejumlah item atau produk atau pun jasa dan tidak fokus pada satu inti penawaran dan para resipien disuguhkan banyak pilihan item yang tidak diminta
#3: Terlalu Sering.
Beberapa orang berdalih bahwa kunci untuk pemasaran e-mail yang berhasil adalah frekuensinya. Karena itu mereka mengirimkan email promosi sesering mungkin.
Memang, sepertinya demikian. Dalam pemasaran tradisional agar pesan iklan Anda tetap diingat, Anda harus sering menampilkannya sesering mungkin. Dan dalam pemasaran offline, memang begitu seharusnya, namun pemasaran online sama sekali berbeda. Anda bisa bayangkan bahwa masyarakat sudah terlalu sering dibombardir dengan pesan-pesan komersial di TV, Radio, Reklame dan Koran, kemudian Anda membombardir mereka lewat e-mail. Akibatnya Anda akan mendapat reputasi buruk dan mereka akan melewatkan e-mail Anda begitu saja tanpa membacanya dan akan mengabaikannya di kemudian hari sewaktu menerima e-mail Anda pula.
#4: E-mail Promosi yang tidak terarah.
Ini juga adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh para amatiran, karena e-mail murah, mereka lupa akan perlunya menerapkan strategi segmentasi dan membidik target market yang relevan.
Akibatnya adalah calon kastemer Anda sama sekali tidak berminat dengan tawaran Anda, hal ini sama seperti Anda berjualan mesin pemanas di padang gurun dan tidak seorang pun yang berminat akan tawaran Anda, jadi pentingnya Anda melakukan e-mail promosi ke target market yang tepat.
#5: Penulisan E-Mail Promosi yang tidak bagus.
Membaca teks yang ditulis dengan baik sangat menyenangkan dan mudah dibaca.
Tulislah dengan jelas, sederhana dan penuh respek.
Penulisan e-mail promosi yang buruk adalah rintangan yang besar sehingga para resipien engan untuk menuangkan perhatian mereka pada kiriman e-mail Anda. Maka berikan perhatian lebih pada penulisan e-mail Anda. Pastikan Anda memiliki teknik menulis yang baik, lakukan perenungan dan tidak tergesa-gesa.
Inbox adalah tempat yang bersifat pribadi, dan di situlah Anda dapat menjumpai calon kastemer Anda dan berbicara dengannya secara individu. Maka apabila tulisan e-mail promosi Anda tidak mengikuti kaidah di atas maka e-mail Anda tidak akan dibaca.
Prinsipnya, adalah jangan terlalu banyak meminta namun lebih banyak membeli.
Bidik e-mail Anda dengan hati-hati, buatlah terfokus dan terarah pada satu tujuan. Langsung ke poin yang dibicarakan dan jangan mutar-mutar. Pastikan penulisannya memiliki nilai yang bermutu dan rasio isi e-mail Anda adalah 80% : 20% artinya 80% berisi hal yang berguna dan 20% berisi penawaran Anda.
Dengan kata lain, jika Anda menaruh respek akan waktu yang dimiliki oleh pembaca e-mail Anda, maka mereka pun akan berlaku sebaliknya dengan memberikan lebih banyak perhatian.

Bob Julius Onggo adalah Chief editor pada situs webnya, sekaligus sebagai pembicara di berbagai seminar dan forum pemasaran dan bisnis online, dan kolomnis tetap di majalah InfoNet sekarang InfoKomputer dan Bisnis Komputer serta pemulis di Majalah Warta Ekonomi juga artikelnya dijumpai di Majalah Profesi HRD serta di beberapa tabloid, surat kabar, dan majalah. Beliau juga sering menjadi pembicara tamu dari beberapa perusahaan maupun beberapa Universitas Terkemuka di Indonesia (www.bjoconsulting.com)

TIPS MENJADI KARYAWAN YANG BERGUNA ( bagian I )

Jumat, Februari 22, 2008

Ada beberapa tips yang perlu dicoba oleh Anda sebagai karyawan yang bekerja di perusahaan, agar Anda bisa menjadi berguna bagi BOSS Anda.
• Mentaati peraturan yang ditetapkan perusahaan. Bekerja dalam perusahaan laksana naik bus secara bersama sama. Pimpinan kita bisa diumpamakan sebagai supir bus, dan bawahan bawahannya adalah Anda. Perturannya misalnya, dilarang turun disembarang tempat, dilarang mengajak bicara supir saat bus berjalan, atau dilarang mengeluarkan tangan kita saat bus berjalan. Jika kita tidak mau mentaati peraturan tersebut, ada baiknya Anda meminta pada kernet atau kondektur untuk turun saja di Halte. Demikian juga didalam perusahaan jika anda dan pimpinan masih punya pandangan atau visi yang sama, Go Ahead. Tetapi manakala pandangannya sudah tidak sama lebih Mulia apabila Anda mengundurkan diri saja, daripada membuat onar dengan menghasut dan membuat gossip yang tidak baik tentang perusahaan Anda.
• Memberi ide yang bermanfaat bagi kepentingan perusahaan. Boss selalu senang dengan karyawan yang memikirkan perusahaannya. Ide cemerlang atau bahkan ide sederhana pun ada baiknya Anda sampaikan kepada Boss Anda. Tentunya ide tersebut harus mempunyai misi untuk kemajuan perusahaan Anda. Jangan sampaikan ide untuk kepentingan Anda sendiri, biasanya Boss akan melihat bahwa anda seorang oprtunis yang memanfaatkan kedekatan. Sampaikanlah ide Anda dalam suatu kesempatan yang tepat, jangan sampaikan ide ide pada saat sibuk dan krusial, karena bisa jadi Anda akan kena marah.
• Bila Anda dan Boss sudah punya pandangan yang sama, maka bisa jadi Boss akan meminta pendapat pada Anda ketika dia hendak meluncurkan suatu ide baru atau suatu peraturan baru. Kalau sudah begini manfaatkanlah sebaik baiknya “akses” ini untuk secara intens memberikan pendapat padanya. Apalagi pendapat anda begitu usefull dan “sakti” dalam arti tepat sasaran dan terbukti keampuhannya. Pastilah Boss Anda semakin percaya pada Anda.
• Jangan PLIN PLAN, artinya bicara kita didepan BOSS “begini” sedangkan didepan rakan rekan sekerja “begitu”. Ini yang paling tidak disukai oleh boss. Anda akan dicap sebagai “penjilat”, yang patut diwaspadai.
• Bisa memegang rahasia perusahaan. Hal mendasar yang harus selalu dimilliki oleh seorang karyawan adalah bisa memegang rahasia perusahaan. Karena da banyak celah para “pesaing” memanfaatkan Anda untuk menjadi mata mata bagi perusahaan lawan. Anda bisa “menjual” informasi yang Anda dapatkan untuk kepentingan perusahaan lawan. Ini sangat tidak boleh dilakukan oleh Anda sama sekali. Bila Anda seorang karyawan yang baik, lebih mulia bagi Anda untuk berhenti saja daripada melakukan hal hal yang tidak terpuji.
• Manfaatkanlah relasi atau kedekatan Anda dengan pelanggan perusahaan Anda. Database adalah suatu yang sangat berguna di era informasi ini. Milikilah database pelanggan Anda atau relasi relasi yang Anda dapatkan ketika bekerja disuatu perusahaan. Jangan berpikir untuk “ backstreet” dengan para supplier atau pelanggan, hal ini juga tidak disukai oleh Boss. Manfaatkan relasi ini untuk suatu bisnis lain yang sama sekali berbeda dengan perusahaan Anda.

JANGAN LAMA LAMA JADI KARYAWAN

Senin, Februari 11, 2008

Bekerja merupakan suatu keharusan didalam hidup ini. Agama manapun pasti juga menasihatkan agar kita rajin bekerja. Namun pada kenyataannya bekerja mempunyai kualitasnya masing masing. Ada yang bekerja sebagai tukang semir sepatu, dokter, fotografer, manajer, penjual bakso dan masih banyak lagi profesi yang ada di dunia ini. Jika kita melihat masing-masing contoh diatas, mungkin kita adalah salah satu dari contoh diatas. Dengan berbagai cara kita menerima uang dari hasil pekerjaan kita. Robert T Kiyosaki dalam bukunya The Cashflow Quadrant mengatakan bahwa ada 4 kuadran yang membagi kita dengan pekerjaan kita. Kuadran tersebut digambarkan dengan dua garis sama panjang yang membentuk tanda “+”. Bagian kiri atas diberi nama KUADRAN E ( E artinya employee, atau pekerja. Yang menjadi kelompok ini adalah para karyawan yang masih bekerja pada orang seperti karyawan toko, SPG, customer service ), bagian kanan atas diberi nama KUADRAN B ( B artinya Business owner atau pemilik bisnis, kalau kita sebagai pekerja maka pemilik usaha dimana kita bekerja itulah yang dinamakan Business Owner ).
KUADRAN S ( di kiri bawah )beranggotakan orang orang yang bekerja untuk diri sendiri, contohnya dokter, akuntan. KUADRAN I ( terletak di kanan bawah dibawah B)beranggotakan para penanam modal, dimana orang orang disini sudah tidak bekerja untuk uang namun uanglah yang bekerja untuk dia. Tulisan ini memang saya khususkan bagi mereka yang masih menjadi karyawan, setidaknya membuka cara berpikir Anda supaya disadarkan bahwa potensi untuk menjadi “Pemilik Usaha” adalah sangat besar. Kebanyakan dari para karyawan adalah kesenangan terhadap rasa Aman yang mengalahkan kebebasan. Maksud saya adalah lebih baik Aman setiap bulan dapat gaji, terserah apakah bos kita dapat uang atau tidak yang penting saya digaji, titik. Dibandingkan “Kebebasan” yang artinya, pagi ini saya mau bangun jam 10.00 dan baru mulai bekerja, atau hari ini saya off dulu karena mau menemani anak saya bermain. Atau besok saya mau bekerja 12 jam untuk bisnis saya, sebab order saya cukup banyak, kata kuncinya adalah BEBAS. Keinginan rasa aman yang terbentuk didalamdiri kita sebenarnya sudah mulai tertanam semenjak kita kecil. Cobalah kalau kita mendengan nasihat orang tua kita, kurang lebih berbunyi : “ Sekolah yang pintar ya nak, besok kalau sudah lulus jadi dokter atau insinyur”. Atau “ Kalau sudah lulus cepet cepet cari kerja ya nak, kan nanti uangnya bisa ditabung buat nikah” begitu misalnya.
Dari pola yang sudah terbentuk itulah bawah sadar kita menyimpannya dan jadilah kita sebagai karyawan yang tidak punya motivasi untuk menjadi seorang Pemilik Usaha. Menjadi seorang pemilik usaha janganlah kita bayangkan sebagai Bos Besar dengan karyawan yang banyak. Maksud saya memulai bisnis sendiri itulah yang merupakan sebuah jalan masuk bagi kita memasuki bisnis yang lebih besar. Seorang rekan saya ingin membuka sebuah kedai kopi. Saat ini dia tengah mempersiapkan diri dengan jalan membangun sebuah lokasi yang menurutnya cukup strategis, sementara dia sendiri masih bekerja sebagai seorang fotografer di sebuah studio foto. Saya selalu menyemangati dia, apa yang menjadi motivasi baginya sehingga sampai pada keputusannya membuat sebuah kedai kopi ? Himpitan hidup dan keterbatasan penghasilan baginya yang memotivasi dirinya sehingga dia memutuskan hal tersebut. Dengan modal yang terbatas dan keahlian seadanya ia mulai merangkak dengan perlahan. Saya teringat istilah GURU Purdi E. Chandra dalam salah satu Buku Gilanya: CARA GILA JADI PENGUSAHA. Tips dari Purdie tentang bagaimana memulai usaha dengan BOTOL, BODOL dan BOBOL ( BODOL = BeraniOptimisDuitOrangLain) maksudnya bila kita menjadi pengusaha tentunya kita harus punya keberanian. Tak hanya berani mimpi tetapi juga berani mencoba sekaligus berani gagal dan berani sukses. Itu adalah modal dasar yang harus kita miliki. Selain itu Optimis dan positive thinking dan yakin akan masa depan dan menghilangkan keraguan.
Sekelumit tips dari saya ini mudah mudahan dapat memotivasi Anda yang masih ragu memasuki dunia Bisnis. Ingat ( masih menurut Purdie ) bahwa memulai usaha seperti orang yang akan mandi, ketikan sudah mandi teringat bahwa handuknya tertinggal di luar, ya mintalah tolong pada orang agar mengambilkan handuk Anda. Jangan terlalu lama berpikir jadi pengusaha, so take your action. Jangan lama lama jadi karyawan
( Haryanto Sunaryo )

Tips dan trik bagi pemakai jasa Wedding Organizer

Jumat, Februari 08, 2008

Bagi Anda pelaku bisnis di bidang event organizer, membuat suatu paket pernikahan tentunya bukan hal yang terlalu sulit. Apalagi anda sudah mempunyai rekan atau mitra kerja yang professional. Tinggal bagaimana Anda meramu sedemikian rupa sehingga harga jual menjadi kompetitif dan fasilitas lengkap. Karena dengan harga yang kompetitif dan fasilitas lengkap maka pelangganpun akan tertarik memanfaatkannya. Untuk menjual dengan harga bersaing, maka pengelola EO akan menjual paket dengan standard minimal. Artinya standard paket dimana sebuah perhelatan pernikahan tersebut bisa berjalan, meskipun dengan fasilitas yang standard. Bagi EO ini merupakan sebuah trik, agar paketnya dapat terjual, sebab kalau semua memakai premium quality, maka paket yang disajikanpun akan menjadi sangat mahal. Dengan sedikit kreativitas maka EO bisa menjual paket standard dan juga paket yang premium. Pemberian dua pilihan ( atau lebih ) ini menjadikan pelanggan bisa memilih mana yang mereka inginkan, disesuaikan dengan budget yang dimilikki. Trik ini lazim dilakukan oleh para pengusaha EO, khususnya Wedding Organizer.
Bagi para pelanggan yang memanfaatkan jasa EO ( wedding organizer ) ini maka beberapa tips berikut ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi perselisihan pendapat kelak apabila acara perhelatan pengantin tersebut dilaksanakan.

• Pilihlah EO atau WO yang mempunyai reputasi bagus.
• Telitilah mitra kerja yang diorganisir olehnya. Cek dan tanyakan satu per satu mitra kerjanya, missal : Dekorasi, Baju pengantin, mobil pengantin, fotografer atau videografer, pagar ayu, entertaintmen, catering dan lain sebagainya. Jumlah pack catering dan menu yang disajikanpun perlu di cek dengan melakukan test food. Bila Anda merasa ada mitra kerja yang punya reputasi buruk, cobalah tanyakan atau mintalah ganti dengan yang lain.
• Tanyakan fasilitas yang diperoleh dengan seksama. Jika untuk mobil tanyakan merknya dan jenisnya. Untuk dekorasi misalnya apakah dekorasi termasuk di kamar pengantin atau tidak. Untuk fotografer apakah termasuk fasilitas foto acara dirumah atau hanya digedung pertemuan saja. Untuk gedung pertemuan, apakah sudah termasuk sewa genset apabila terjadi pemadaman listrik, dan masih banyak hal lain yang perlu dengan teliti ditanyakan.

Semakin teliti Anda adalah semakin baik. Karena acara pernikahan hanya dilakukan sekali dan melibatkan banyak orang. Apabila terjadi kekurangnyamanan tentunya akan menjadi bahan pembicaraan bagi tamu tamu yang menghadirinya. Pelanggan disarankan untuk teliti, karena mungkin ada segelintir WO atau EO yang diawal tidak menjelaskan secara jelas dan rinci perihal fasilitas yang diberikan kepada pelanggannya. Inilah yang akan menjadikan perselisihan dikemudian hari.
Demikianlah kiranya tips ini dapat dipakai oleh para pelanggan yang hendak memanfaatkan WO sebagai pihak yang mengelola hari pernikahannya. Sukses selalu !!

Public Speaking - 9 Tips to Ensure That You Are Original

Kamis, Februari 07, 2008

When you come to the point of having to prepare a speech or presentation it can seem an incredibly daunting task. Clearly it is of upmost importance to prepare correctly and give the correct structure to your speech. Every good speech needs an opening that will grab everyone's attention and make them sit up and listen. It must flow beautifully, so that you carry the audience along with you. And it should have an effective close to ensure that they each take away something truly meaningful. But to be a genuinely effective public speaker your talk must be original!

When you make a speech you really should be talking about a subject in which you are interested and that you understand. That way your knowledge and enthusiasm will shine through. But sadly it's so easy to take short-cuts and to be lazy!

It's amazing how many people will take what they believe to be the easy route and "borrow" someone else's material. In fact there are books out there dedicated to providing speeches, such as those for the best man at a wedding. In some respects there's nothing wrong with those books but the speeches should only really be used as a guide to the structure that your own speech might take.

Similarly you can get hold of books full of anecdotes. These tales are fine but you should use them sparingly to get the best effect. A speech full of other people's anecdotes is not going to be a very good one. You may think using someone else's work will make you into a successful speaker, but the way to come across as someone who is truly confident and convincing is to be original.

Doing so is actually very easy and will probably be far more effective than spending hours searching for something someone else has written that is suitable for you. It can also make the whole process of planning, preparing and then making your speech much more enjoyable and fulfilling.

So here are some ideas for being original:

1) Think about what you want to talk about and then name your topic specifically. That will help you to focus on the subject concerned.

2) Write down everything you can think of that you currently know about it. Grab plenty of paper and simply put down everything that comes to mind, with no editing at this stage. You can sort it later.

3) Identify where there are gaps in your knowledge and then set about doing some research. There are masses of resources at your disposal to help you to gather information. Books, magazines, newspapers, videos and DVDs will all provide you with a source of useful data. And, of course, surfing the web will open up boundless new opportunities for adding to your knowledge of your topic.

4) Then systematically sort through what you have written and identify the key ideas. Then put them into a logical sequence.

5) For each idea create a key point. Do a little editing and discard anything that you consider not to be totally relevant.

6) Work around each point adding in additional elements including statistics, illustrations and maybe one or two of those anecdotes. Give interest and value to each part.

7) Remember to create an opening for the speech relating to the topic. You need to grab your audience's attention so a startling fact or a pertinent question is a good way to begin.

8) Equally, you need to end your speech effectively. So devise the close now so that you end with a call to action or a challenge for your audience to take away.

9) Then use the key points you identified to ensure you have a speech that flows and will hold your audience's attention, carrying them from the opening to the close.

Talking about what you know in your own words will always be far more rewarding and will be a real boost to your confidence. It will enable you to present yourself as a knowledgeable and convincing speaker. And it will ensure that anyone in attendance will find your talk an enjoyable and beneficial experience.

So go on, be original!
By: Tony Hall

Side Job : DO OR DON'T ?

Minggu, Februari 03, 2008

Memiliki kerja sampingan? Boleh-boleh saja, asal tahu rambu-rambu dari perusahaan. Jangan sampai karena punya side job, pekerjaan utama Anda jadi terlantar.

Rasanya sudah biasa kalau karyawan banyak yang melirik kerja sampingan. Tingginya biaya hidup memaksa mereka memutar otak mencari penghasilan tambahan. Menghemat saja tidak cukup. Hanya mengandalkan gaji? Mungkin kebutuhan harian bisa tertutup. Tetapi, ada kebutuhan finansial lain yang juga harus dipikirkan. Semisal tabungan untuk pendidikan anak, investasi, kredit rumah, termasuk simpanan jika membutuhkan dana segar sewaktu-waktu. Ini semua jarang terpenuhi seratus persen dari gaji.
Namun, tak semua perusahaan mengijinkan karyawannya memiliki side job. Alasannya jelas, supaya konsentrasi bekerja tidak terganggu. Karena itu, sebelum Anda memutuskan mengambil side job, ada baiknya menyimak beberapa rambu berikut.

1. Kebijakan perusahaan
Coba cari informasi mengenai kebijakan perusahaan di tempat Anda bekerja. Bisa bertanya pada personalia, atau kalau sungkan – koreklah informasi dari rekan kerja yang senior. Siapa tahu, masih ada celah yang bisa Anda tembus. Ada perusahaan tertentu yang melarang sama sekali karyawannya berjualan di lingkungan kantor. Nah, kalau sedari awal Anda tahu, sebaiknya tidak dilanggar. Carilah alternatif side job yang lain. Yang pasti, perusahaan manapun tidak akan membiarkan karyawannya punya side job di bidang yang sama persis dengan pekerjaan utamanya.

2. Tetapkan tujuan
Ada banyak tujuan orang melakukan side job. Yang terbanyak adalah demi tujuan finansial. Tetapi ada juga yang sekedar memanfaatkan waktu luang, mengembangkan hobi atau mencari relasi. Nah, sebelum Anda memutuskan melakuan side job, pastikan dulu tujuan yang akan Anda raih. Dengan demikian, side job ini tidak akan mengganggu konsentrasi Anda pada pekerjaan utama.

3. Pilihlah pekerjaan yang tepat
Begitu Anda sudah menetapkan tujuan, maka side job yang sesuai sudah tergambar di depan mata. Ini agar kita bisa memilih side job yang tepat dan sesuai tujuan. Misal jika Anda ingin mencari relasi, mungkin karier di MLM bisa Anda jalani. Atau bila memang mencari penghasilan yang besar, maka tawaran sebagai pemain band di cafe tentunya tidak Anda tolak. Yang penting diingat, pemilihan side job ini tidak kontraproduktif dengan pekerjaan utama. Lebih baik bila bisa saling mendukung. Misalnya pekerjaan utama sebagai editor, dan memilih side job sebagai ghostwriter.

4. Prioritas kerja
Jangan lupa, side job adalah kegiatan di luar pekerjaan utama. Jangan sampai karena asyik mengerjakan side job – karena kebetulan pas banget dengan hobi – maka pekerjaan utama jadi tertinggal. Apalagi bila suatu saat ada benturan waktu dengan jam kerja resmi Anda. Misalnya, sebagai reporter freelance, Anda ditugaskan meliput suatu event selama beberapa hari, di luar kota lagi! Hal-hal seperti inilah yang menghasruskan kita membuat prioritas kerja. Mana kegiatan yang harus didahulukan, sehingga keduanya dapat berjalan dengan baik. Pandai-pandailah membagi waktu dalam pengerjaan tugas.

5. Evaluasi kerja
Katakanlah Anda sudah memilih side job, bahkan sudah menjalaninya. Evaluasilah, bagaimana peta pekerjaan Anda sekarang. Apakah tujuan Anda memang tercapai atau tidak. Jangan-jangan, adanya side job ini membuat hidup Anda 'berantakan'. Tidak punya waktu lagi untuk beristrirahat atau bersosialisasi. Yang lebih buruk lagi, ternyata side job ini tidak memberi kontribusi positif seperti yang diharapkan. Sudan menyita waktu, tenaga, biaya, tetapi untungnya tidak sepadan. Kurang istrirahat dan kecapekan justru membuat Anda sakit dan tidak bisa melakukan pekerjaan utama Anda. Jadi rugi, kan?

Mungkin 5 langkah di atas bisa menjadi pertimbangan Anda, sebelum memutuskan menjalani side job. Bila Anda sudah melakukannya, kiat di atas bisa dijadikan bahan refleksi, supaya Anda tetap profesional di bidang yang Anda geluti.

Salam Sukses,
Dessy Danarti*


*Dessy Danarti adalah seorang manajer pada sebuah penerbitan swasta nasional. Di sela-sela kesibukannya mengurusi buku dan penulis-penulis, ia juga menulis buku.