TIPS UNTUK PEMANASAN GLOBAL

Sabtu, Agustus 02, 2008

Global Warming atau pemanasan global saat ini benar benar menjadi ancaman serius bagi bumi yang sedang kita diami bersama. Sudah saatnya bagi kita melakukan suatu upaya sekecil apapun supaya bumi ini bisa menjadi asri seperti sedia kala. Memang usaha yang kita lakukan tidaklah bisa serta merta mengubah suasana bumi ini. Apalagi kerusakan yang ditimbulkannya pun sudah sedemikian parahnya. Lihat saja Gletser dikutub utara dan selatan yang sudah mencair, bahkan perkiraannya 10-20% gletser di pegunungan Alpen akan hilang dalam 20 tahun mendatang. Gletser di pegunungan Himalaya juga sudah mencair. Permukaan air laut naik 9 sampai 96 cm. Garis pantai mulai bergeser dan penduduk pesisir pantai menjadi terancam dan harus mengungsi. . Sumber kebutuhan air tawar sepertiga penduduk dunia kering pada tahun 2100.
Suhu air laut yang panas membuat terumbu karang menjadi putih dan mati, termasuk berbagai jenis ikan karang yang jadi sumber makanan manusia juga. Jumlah kelahiran penyu betina lebih banyak dibandingkan penyu jantan akibat suhu pengeraman yang lebih tinggi.
80% spesies tanaman dan binatang akan punah dalam 1 abad mendatang.
Kekeringan dan kebakaran hutan di hutan tropis Indonesia kian tinggi. Bagaimana dengan orang utan dan habitatnya? Atau, kita, manusia?
Beberapa jenis nyamuk pembawa penyakit, seperti demam berdarah dan malaria, menyebar keluar dari daerah tropis.
Musim kemarau panjang dan musim hujan yang singkat gagal panen, krisis pangan.
Intensitas hujan yang hebat hingga terjadi badai besar, hujan keras, dan banjir.
Kira-kira 150,000 jiwa tewas setiap tahunnya akibat pemanasan global. Tahun 2003, gelombang udara panas di Eropa menelan 25.482 jiwa.
Perkiraan kerugian dari perubahan iklim mencapai USD 11 milyar atau sekitar Rp 110 trilyun per tahun!
Lantas apa yang menjadi penyebabnya, ternyata penyebabnya adalah polah tingkah kita manusia sendiri.
Kita seringkali menggunakan bahan bakar fosil (batu bara, gas alam, minyak bumi) dalam beraktivitas. Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, dan teknologi makin menambah parah jumlah emisi Gas Rumah Kaca yang dilepas ke udara.

Darimana datangnya Gas Rumah Kaca
37% total emisi CO2 datang dari sektor listrik polutan terbesar: 23 trilyun ton emisi CO2 per tahun atau lebih dari 700 ton per detik dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Pembuangan transportasi. Kendaraan yang mengonsumsi 7,8 liter bahan bakar per 100 km dan menempuh jarak 16 ribu km, setiap tahunnya mengeluarkan emisi 3 ton CO2 ke udara!
Penggundulan atau pembakaran hutan.

Apa yang bisa kita Lakukan
Paling tidak secara garis besar ada 4 hal yang bisa kita lakukan
• Menggunakan bahan bahan yang bisa didaur ulang. Daur ualnglah sesering mungkin. Anda bisa menghemat 1200 kg karbondioksida per tahun hanya dengan mendaur ulang setengah sampah kertas anda sehari.
• Menghemat energi. Matikanlah alat alat elektronik yang tidak terpakai, termasuk komputer, jangan hanya stand by tetapi benar benar mati dari power di stabilizernya. Menggunakan sepeda atau bahkan berjalan kaki untuk pergi ke tempat tempat yang bisa kita tempuh tanpa harus menggunakan mesin speda motor atau mobil. Menggunakan kendaraan umum juga sebuah alternatif menghemat energi. Tahukah anda bahwa memompa ban motor/mobil dengan tekanan yang tepat akan menghemat energi juga.
• Menanam pohon sebanyak mungkin. Sudah jelas bahwa pohon membantu mengurangi Karbondioksida di udara. Ini perlu kita lakukan sesering dan sebanyak mungkin, mengingat pohon memerlukan waktu yang lama untuk bertumbuh.
• Menggunakan produk organik untuk mesin mesin kita baik sepeda motor, mobil, generator set, baik itu yang menggunakan bensin, solar, maupn biodiesel. Produk organik yang dimaksud mampu menekan polusi gas buang sampai 75%, sementara polusi yang ditekan oleh mesin sendiri hanya sampai 25%. Bila anda peduli lingkungan silakan mengetahuinya lebih lanjut, klik di web ini http://www.topenergysaver.myffi.biz

0 Comments: