TIPS UNTUK MENGURANGI TURNOVER TENAGA KERJA

Minggu, Mei 11, 2008

Dalam sebuah perusahaan, rekrutmen dan resigned adalah 2 hal yang biasa terjadi, keduanya saling berkaitan erat. Saat seseorang karyawan mengundurkan diri maka otomatis Personalia harus melakukan rekrutmen untuk menggantikan posisi yang mengundurkan diri.
Berikut beberapa tips yang akan mengsinspirasi anda dan tim manajemen perusahaan Anda untuk mencobanya.
Dua hal berikut harus diperhatikan dahulu untuk mendasari cara kerja departemen personalia, yaitu :
Menyeleksi karyawan menggunakan test psikologi yang handal, kalau belum punya perangkat itu cobalah gunakan jasa pihak ke tiga yaitu Konsultan Psikologi untuk melakukan psikotest terhadap calon karyawan. Memang psikotest tidak bisa menjamin 100% karyawan itu akan sesuai dengan keinginan manajemen, tetapi paling tidak memberikan gambaran yang lebih jelas dibandingkan dengan wawancara biasa.
Jangan menempatkan karyawan serbabisa dalam beberapa pekerjaan sekaligus, atau serabutan untuk posisi manajerial. Hal ini harus dihindari supaya tidak terjadi kekosongan posisi yang banyak ketika karyawan tersebut mengundurkan diri. Contoh: seorang manajer merangkap posisi wakil direktur, direktur personalia, asisten manajer pemasaran. Bagaimana jadinya kalau orang tersebut tiba tiba mengundurkan diri. Tentunya ada banyak posisi kosong yang tidak bisa digantikan dalam waktu sekejap saja. Berikut beberapa tips yang perlu dipertimbangkan guna mengurangi perputaran karyawan dalam suatu perusahaan :

# Berikan pada karyawan gaji yang pantas ( ingat gaji tinggi tidak selalu menjadi tujuan karyawan ), insentif, asuransi yang memadai.

# Berikanlah kesempatan untuk maju dalam perusahaan, pikirkan jenjang karir mereka. Ikut sertakan pada training atau workshop sesuai dengan jabatan mereka.

# Dengarkanlah keluhan mereka, berikanlah respek terhadap karyawan yang loyal dan berikan hukuman pada mereka yang melanggar atura. Dengan demikian karyawan merasa diperlakukan dengan adil.

# Buatlah pekerjaan yang menyenangkan. Bekerja pada pokoknya menyita hamper 30% jam kita setiap harinya, jika kerja menjadi beban dan tidak menyenangkan maka produktivitas kerja pasti menurun.

# Buatlah karyawan dapat seimbang kehidupannya, yaitu dengan mempertimbangkan pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Karena manusia adalah mahluk sosial yang tidak hanya bekerja saja, mereka juga perlu bersosialisasi, beribadah dan sebagainya.

# Libatkan karyawan dalam keputusan keputusan penting perusahaan, penentuan visi-misi perusahaan, permasalahan yang dihadapi perusahaan, target target perusahaan. Dengan mengajak mereka duduk bersama dan berpikir sebenarnya kita mengajak mereka untuk lebih mempunyai rasa memilikki perusahaan itu. Supaya mereka tidak apatis dan ikut bertanggungjawab dalam mengawal keputusan yang sudah dibuat bersama sama.

# Meminimalkan lembur. Lembur bukanlah suatu pekerjaan yang diinginkan karyawan maupun perusahaan, sepanjang pekerjaan itu tidak di ada adakan atau di lambat lambat kan sehingga terjadi rekayasa tugas ( slow down ). Lembur baru boleh dilakukan dalam keadaan yang “terpaksa” sehingga karyawan juga akan bekerja dengan efisien untuk menghindari lembur. Lembur bisa terjadi karena adanya kapasitas yang terbatas dibandingkan dengan volume pekerjaan yang besar. Jika lembur terjadi terus menerus maka perusahaan harus mempertimbangkan untuk menambah karyawan lagi sehingga lebih efisien.

# Adakanlah acara acara yang sifatnya meningkatkan kebersamaan. Arisan, makan bersama tiap bulan untuk merayakan ulang tahun beberapa karyawan sekaligus, piknik bersama, outbond, training bersama dan sebagainya. Ini akan meningkatkan kekompakkan diantara mereka. Kadang hasilnya lebih baik dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.

Semoga tips tips ringan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Selamat mencoba

0 Comments: