Kamis, Mei 22, 2008
Sistem Intelijen Pemasaran adalah seperangkat prosedur dan sumber yang digunakan oleh para manajer untuk memperoleh informasi harian mengenai perkembangan di lingkungan pemasaran.
Manajer pemasaran dapat memperoleh informasi intelijen pemasaran dari buku, surat kabar, majalah, tabloid bisnis, newsletter, pembicaraan dengan pelanggan, dan sebagainya. Perusahaan dapat melakukan beberapa langkah berikut guna memperbanyak perolehan informasi intelijen pemasaran. Sistem ini dilakukan perusahaan guna melihat posisi persaingan dalam bisnis yang sejenis, sekaligus menentukan posisi perusahaan kita dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis.
Berikut langkah langkah tersebut :
• Perusahaan dapat melatih staf bagian penjualannya untuk meningkatkan kepekaan mata, telinganya dalam melihat informasi informasi penting selama ia menjalankan tugas penjualannya dan kemudian dilaporkannya kepada manajemen/marketing manajer. Posisi staf penjualan adalah sangat strategis untuk mengumpulkan data intelijen pemasaran. Misalnya dari pembicaraan dengan para pembeli, mungkin saja pembeli menyampaikan sesuatu informasi berharga tentang produk sejenis yang dijual oleh pesaing kita. Staff penjualan ( atau bahkan staff lainnya ) perlu dilatih tentang hal ini, sebab oleh karena kesibukannya mereka bisa jadi tidak peka terhadap perkembangan dilingkungan pemasarannya.
• Mendorong bagian distribusi, retailer untuk mengumpulkan informasi penting tentang perusahaan sejenis.
• Perusahaan dapat belajar mengenai para pesaing dengan membeli produk dari pesaing, mengikuti launching produk, melihat pameran pameran, mengumpulkan iklan iklan pesaing.
• Perusahaan dapat membeli informasi dari pihak luar, misalnya saja lembaga riset seperti A.C Nielsen dan lain sebagainya.
Mudah mudahan sedikit tip ini berguna bagi pembaca semua.
Diadaptasikan secara bebas dari : Marketing Management, 10th edition, Philip Kottler
0 Comments:
Post a Comment