Senin, Februari 11, 2008
Bekerja merupakan suatu keharusan didalam hidup ini. Agama manapun pasti juga menasihatkan agar kita rajin bekerja. Namun pada kenyataannya bekerja mempunyai kualitasnya masing masing. Ada yang bekerja sebagai tukang semir sepatu, dokter, fotografer, manajer, penjual bakso dan masih banyak lagi profesi yang ada di dunia ini. Jika kita melihat masing-masing contoh diatas, mungkin kita adalah salah satu dari contoh diatas. Dengan berbagai cara kita menerima uang dari hasil pekerjaan kita. Robert T Kiyosaki dalam bukunya The Cashflow Quadrant mengatakan bahwa ada 4 kuadran yang membagi kita dengan pekerjaan kita. Kuadran tersebut digambarkan dengan dua garis sama panjang yang membentuk tanda “+”. Bagian kiri atas diberi nama KUADRAN E ( E artinya employee, atau pekerja. Yang menjadi kelompok ini adalah para karyawan yang masih bekerja pada orang seperti karyawan toko, SPG, customer service ), bagian kanan atas diberi nama KUADRAN B ( B artinya Business owner atau pemilik bisnis, kalau kita sebagai pekerja maka pemilik usaha dimana kita bekerja itulah yang dinamakan Business Owner ).
KUADRAN S ( di kiri bawah )beranggotakan orang orang yang bekerja untuk diri sendiri, contohnya dokter, akuntan. KUADRAN I ( terletak di kanan bawah dibawah B)beranggotakan para penanam modal, dimana orang orang disini sudah tidak bekerja untuk uang namun uanglah yang bekerja untuk dia. Tulisan ini memang saya khususkan bagi mereka yang masih menjadi karyawan, setidaknya membuka cara berpikir Anda supaya disadarkan bahwa potensi untuk menjadi “Pemilik Usaha” adalah sangat besar. Kebanyakan dari para karyawan adalah kesenangan terhadap rasa Aman yang mengalahkan kebebasan. Maksud saya adalah lebih baik Aman setiap bulan dapat gaji, terserah apakah bos kita dapat uang atau tidak yang penting saya digaji, titik. Dibandingkan “Kebebasan” yang artinya, pagi ini saya mau bangun jam 10.00 dan baru mulai bekerja, atau hari ini saya off dulu karena mau menemani anak saya bermain. Atau besok saya mau bekerja 12 jam untuk bisnis saya, sebab order saya cukup banyak, kata kuncinya adalah BEBAS. Keinginan rasa aman yang terbentuk didalamdiri kita sebenarnya sudah mulai tertanam semenjak kita kecil. Cobalah kalau kita mendengan nasihat orang tua kita, kurang lebih berbunyi : “ Sekolah yang pintar ya nak, besok kalau sudah lulus jadi dokter atau insinyur”. Atau “ Kalau sudah lulus cepet cepet cari kerja ya nak, kan nanti uangnya bisa ditabung buat nikah” begitu misalnya.
Dari pola yang sudah terbentuk itulah bawah sadar kita menyimpannya dan jadilah kita sebagai karyawan yang tidak punya motivasi untuk menjadi seorang Pemilik Usaha. Menjadi seorang pemilik usaha janganlah kita bayangkan sebagai Bos Besar dengan karyawan yang banyak. Maksud saya memulai bisnis sendiri itulah yang merupakan sebuah jalan masuk bagi kita memasuki bisnis yang lebih besar. Seorang rekan saya ingin membuka sebuah kedai kopi. Saat ini dia tengah mempersiapkan diri dengan jalan membangun sebuah lokasi yang menurutnya cukup strategis, sementara dia sendiri masih bekerja sebagai seorang fotografer di sebuah studio foto. Saya selalu menyemangati dia, apa yang menjadi motivasi baginya sehingga sampai pada keputusannya membuat sebuah kedai kopi ? Himpitan hidup dan keterbatasan penghasilan baginya yang memotivasi dirinya sehingga dia memutuskan hal tersebut. Dengan modal yang terbatas dan keahlian seadanya ia mulai merangkak dengan perlahan. Saya teringat istilah GURU Purdi E. Chandra dalam salah satu Buku Gilanya: CARA GILA JADI PENGUSAHA. Tips dari Purdie tentang bagaimana memulai usaha dengan BOTOL, BODOL dan BOBOL ( BODOL = BeraniOptimisDuitOrangLain) maksudnya bila kita menjadi pengusaha tentunya kita harus punya keberanian. Tak hanya berani mimpi tetapi juga berani mencoba sekaligus berani gagal dan berani sukses. Itu adalah modal dasar yang harus kita miliki. Selain itu Optimis dan positive thinking dan yakin akan masa depan dan menghilangkan keraguan.
Sekelumit tips dari saya ini mudah mudahan dapat memotivasi Anda yang masih ragu memasuki dunia Bisnis. Ingat ( masih menurut Purdie ) bahwa memulai usaha seperti orang yang akan mandi, ketikan sudah mandi teringat bahwa handuknya tertinggal di luar, ya mintalah tolong pada orang agar mengambilkan handuk Anda. Jangan terlalu lama berpikir jadi pengusaha, so take your action. Jangan lama lama jadi karyawan
( Haryanto Sunaryo )
0 Comments:
Post a Comment